Alden menghampiri wanita yang berteriak itu. Dia melihat ke mana arah wanita itu menunjuk. Sebuah topeng tergeletak di lantai. Tidak hanya bentuknya yang sangat seram, topeng itu juga penuh dengan darah yang terlihat masih segar. "Ap-apa ini?" Pierre datang menghampiri kerumuman itu. Ia tidak menyangka di pesta pertunangannya akan terjadi hal seperti itu. "Semua harap mundur dan jangan ada yang menyentuh ini sedikit pun." Alden mengambil sarung tangan di saku jasnya. Ia mengoleskan sedikit cairan berwarna merah itu ke saputangannya. "Ini benar-benar darah," kata Alden setelah mencium bau cairan tersebut. Alden kemudian melihat sekeliling, mencari suatu hal yang hilang dalam tragedi ini. Korban. "Apa ada yang terluka?" tanya Alden masih dalam bahasa Prancis. Seluruh tamu saling

