Bab 22 - Menyembunyikan Perasaan

934 Kata

Aira masih belum membalas pesan Alden, dia hanya mengetik dan menghapus pesannya berulang kali. Kenyataan yang baru saja ia ketahui sangat membuatnya gugup dan tidak tahu harus bereaksi seperti apa di hadapan Alden nantinya. Setelah hampir satu jam tidak membalasnya, Aira akhirnya memberanikan diri mengirim sesuatu. “Aku sedang membereskan kamarku,” balasnya pada akhirnya. Tidak seperti biasanya, hari itu, Alden terus menerus mengajaknya saling berkirim pesan hingga malam tiba. Aira sampai tidak tahan karena terus tersenyum membalas pesannya. Tiba-tiba saja Alden meneleponnya lagi, Aira hampir melempar ponselnya ke lantai. ‘Kenapa dia harus meneleponku sekarang?’ Aira mencoba untuk menarik napas panjang dan akhirnya menjawab panggilan tersebut. Akan terlihat aneh jika dia mematika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN