Satu minggu telah berlalu. Sejak hari itu, Wulan tidak pernah mengamuk lagi. Namun, sesekali pengawal melihatnya menangis karena kesepian. "Maaf, Tuan, apa saya tidak salah dengar?" tanya Mark sambil mengernyitkan dahinya. Ia baru saja menerima perintah dari Rafael selama beberapa hari ini. "Ya, kalau telingamu masih berfungsi, artinya Kalau tidak salah dengar." Rafael menatap Mark serius. "Tapi, kalau saya melakukan tugas itu, bagaimana dengan Tuan? Siapa yang akan menemani Tuan?" "Hanya beberapa hari saja, Mark. Setelah itu kau bisa kembali bekerja padaku. Tapi, jika kau tidak mau, aku akan mencari orang lain untuk,," "Baik, Tuan, saya bersedia." Akhirnya Mark pasrah dan mengalah pada keputusan Rafael. Tugas yang akan ia emban adalah menjaga Wulan dan menemaninya agar gadis itu t

