Rafael baru saja mematikan panggilan telepon dari Brama. "Tuan, apakah ada kabar tentang Wulan?" tanya Mark penasaran. "Ya, Brama bilang, Meira melihat kalung Wulan ada pada orang lain. Mereka bertemu di toko fashion tadi, ini alamatnya," ucap Rafael sambil menunjukkan alamat yang dikirimkan oleh Brama. "Toko itu? Saya tahu, Tuan," ujar Mark. "Oh ya? Apa kau suka berbelanja ke sana?" tanya Rafael penasaran. "Tidak, Tuan, toko itu memang terkenal. Kalau begitu, sebaiknya kita pergi sekarang, Tuan," ujar Mark. "Siapkan mobil, aku akan berpamitan pada Ansel," ucap Rafael sambil berlalu ke kamar Ansel. Karena bertepatan pada hari libur, makanya Ansel ada di rumah dengan Rafael. "Hei, Nak, sedang apa?" tanya Rafael yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Ansel tanpa mengetuk terlebih dulu.

