Empat Belas

1716 Kata

“Hah? Itu asisten pribadi yang ditaksir sama Danita?” Setelah mengantarkan Ditrian ke mejanya, Kiki yang hendak kembali ke posisinya di dapur justru dipelototi oleh Fadli. Meminta perempuan itu untuk langsung duduk di tempatnya, dan mulai mengintrogasinya. Fadli memicingkan mata. “Lo nggak tau apa-apa soal Ditrian? Kan gue sering cerita!” “Lo nggak pernah kasih lihat mukanya ke gue ya,” sahut Kiki jelas tidak mau disalahkan. Lantas menatap ke arah meja di mana Danita dan Ditrian duduk. Melihat jelas bagaimana tidak ada satupun dari mereka yang berbicara. “Kenpa bisa Rian sama Ditrian orang yang sama deh?” Sementara itu, di tempatnya Danita membisu. Menatap kartu nama milik Ditrian dengan tatapan tak terbaca. Diamnya entah karena sedang berpikir atau menahan diri untuk tidak mengeluarka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN