[59] half chapter Vlll

213 Kata

"Kenapa orang-orang itu terus menatap kamu seperti tidak suka? Saya pikir tidak ada yabg salah dari penampilan kamu. Maka dari itu, saya merangkul kamu agar mereka tidak berani menatap kamu lagi." Jelas Akriel dan sontak membuat Sheryl tertegun. Kalau boleh jujur, baru kali ini dia diperlakukan dengan penuh perhatian oleh seseorang. Sheryl baru pertama kali merasakannya dan itu sangat membuatnya terharu. Mereka saling diam lalu Sheryl melepaskan rangkulan tangan Akriel dari pundaknya. "Itu sebabnya gue gak bisa pergi ke tempat umum sendirian lagi." Ucap Sheryl dan sontak membuat Akriel mengernyit keheranan. "Semua orang udah tau kalo gue adalah anak dari seorang pembunuh. Maka gak heran, kalo semua orang kompak melayangkan tatapan sinis dan jijik ke arah gue. Gue gak tau harus minta bant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN