"Jadi, kalian bertiga benar telah merundung Sheryl?"
Pak Bondan tengah mengintrogasi Rachel, Valosha dan juga Windy di ruangannya. Mereka diduga sebagai kandidat paling kuat di balik perundungan Sheryl di sekolah.
"Kenapa cuma kami yang diberi hukuman? Apa Bapak sendiri gak tau kalo Sheryl udah sejak dulu merundung Dara? Ke mana aja Bapak selama ini?" Rachel mencoba menamengi dirinya sendiri dengan banyak alasan.
"Asal Bapak tau aja, ya. Sheryl udah ngebully Dara lebih parah. Bahkan Dara juga sempet nyoba bunuh diri sampe 3 kali karena depresi dibully sama Sheryl. Jadi, apa yang Sheryl dapetij sekarang itu seimbang dengan apa yang udah dia lakuin ke orang lain." Valosha ikut menyahut dengan beraninya menantang kepala sekolah mereka.
Pak Bondan hanya bisa menghela napas lelah.
"Ini bukan saatnya untuk balas dendam. Sheryl mungkin telah salah karena merundung Dara dulu, tapi kalian tidak berhak untuk merundungnya balik. Kalau seperti ini, kalian sama saja tidak ada bedanya dengan Sheryl. Kalian tetap salah." Ujar pria itu. "Bagaimanapun, mau tidak mau kalian harus tetap meminta maaf pada Sheryl. Begitu pun Sheryl juga harus meminta maaf pada Dara. Maka semuanya akan adil."
Namun, sepertinya ajakan Bondan malah membuat ketiga gadis remaja itu keberatan. Siapa pun tahu kalau Rachel, Valosha, maupun Windy termasuk anak hits di sekolahnya sama seperti Sheryl dulu. Mereka tentu enggan meminta maaf apalagi pada musuh mereka yaitu Sheryl.