twenty six - sumpah yang terucap

2274 Kata

Liana sedang beradu dengan Yuda yang hadir satu jam lebih awal dari jam latihan. Anak itu mengayunkan alat kayunya, memamerkan beberapa teknik yang telah dikuasai di depan Saito dan Liana bersamaan. Senyum manisnya tercetak miring dan Saito merespons dengan kekehan ringan. Liana berhenti untuk membuka pagar saat seseorang mengetuknya. Kedua mata cokelatnya menyipit, melihat tampilan pria asing muncul dari balik pagar. "Siapa, Liana?" "Kau siapa?" "Raito. Aku ingin bertemu Mia sekarang." "Ah, kau." Liana membawa pagar lebih lebar dan Saito mengernyit kala melihat tamunya yang dengan ramah masuk, menyapanya setelah membungkuk dalam. "Mia ada di dapur. Kau bisa menunggunya sembari duduk di teras." "Kemarilah, jangan sungkan di rumah ini." Saito menawarkan teras sebagai tempat duduk unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN