Senja yang matanya kini bersinar dengan cahaya putih keperakan yang sama dengan liontinnya melangkah maju, meninggalkan Arya, Senja-"Nox", dan Pengrajin Dimensi yang terkejut. "Aku tahu jawabannya... dan aku tahu apa yang harus kita lakukan..." bisiknya dengan suara yang merupakan perpaduan yang aneh namun familiar dari kedua dirinya. Yang Tertua berhenti menyerang, kebingungan tercetak jelas di wajahnya yang gelap. "Apa yang kau lakukan, Senja? Kenapa kau mendekatiku? Bukankah kau seharusnya melawanku?" Senja tidak menjawab. Ia terus berjalan mendekat, tangannya yang menggenggam pecahan kristal terulur ke arah Yang Tertua. Cahaya putih keperakan dari matanya dan kristal itu tampak beresonansi dengan energi gelap yang mengelilingi Yang Tertua, menciptakan riak-riak aneh di udara. "Jawab

