"Tolong... aku tidak mau... menghancurkan..." Bisikan lirih yang penuh ketakutan dari inti kegelapan itu menggema di benak Senja, kontras dengan raungan amarah mata merah raksasa yang mengancam. Sesaat, serangan kegelapan yang hendak menerjang Kompas Bintang terhenti. Energi gelap di sekitar kapal berdenyut-denyut tak menentu, seolah terpengaruh oleh bisikan itu. Di ruang kendali yang kacau, semua orang terdiam membeku, merasakan kejanggalan yang tiba-tiba. Ketegangan antara Senja dan Bayu seolah tertahan oleh atmosfer aneh yang menyelimuti mereka. Mata merah di layar tampak kebingungan, raungannya terputus-putus. Tiba-tiba, gelombang energi yang kuat menyebar dari inti kegelapan, bukan energi penghancur, melainkan sebuah riak aneh yang terasa seperti ruang waktu yang melengkung. Seketik

