Panggilan Sang Bintang Jatuh

1393 Kata

Gua itu sunyi, hanya deru napas Senja dan Arya yang terdengar. Darah Arya tercecer di lantai, bercampur dengan puing-puing perangkat yang hancur. Pesan Bayu yang gelap, yang ditulis dengan darah Arya, masih menghantui mereka: "Kau tidak akan bisa lari dari takdirmu, kekasihku. Aku akan menunggumu di... Jantung Kehampaan yang Berdetak." Nox, di dalam inti, berbisik, suaranya dipenuhi keputusasaan. "Dia... dia ingin kau datang. Dia ingin menyerapmu. Jantung Kehampaan yang Berdetak... itu adalah inti yang paling murni dari kekuatan yang merasukinya. Kekuatan yang lebih besar dari Sang Penguasa Ketiadaan." Namun, tepat saat Senja bersiap untuk mengucap janji dalam hatinya untuk membebaskan Bayu, inti Ketiadaan Mutlak di tangannya memancarkan cahaya keperakan yang lebih intens. Dari cahaya it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN