Kata-kata Senja menggantung di udara, dingin dan mengancam, merenggut kehangatan yang tersisa. Senyuman identik yang menghiasi wajahnya dan Yang Tertua menusuk Bayu dan Arya dengan rasa dingin yang tak tertahankan. Itu bukan lagi Senja yang mereka cintai. Bayu mundur, matanya terpaku pada wajah yang dulunya memberinya kedamaian. Ketidakpercayaan dan keputusasaan bercampur aduk dalam tatapannya yang terluka. "Senja... kumohon... ini bukan dirimu. Apa yang telah mereka lakukan padamu?" Arya, meski diliputi ketakutan, mencoba mempertahankan ketenangannya. Ia menggenggam erat artefak ingatan, merasakan denyutan aneh di telapak tangannya. "Takdir? Keluarga? Apa maksud semua ini, Senja? Atau... siapapun kau sekarang." Tawa pelan, sebuah perpaduan mengerikan antara kelembutan dan kegelapan, ke

