Nada Kehidupan

1047 Kata

Suling tulang di tangan Arya mulai bergetar hebat, menyala dengan cahaya hijau yang terang menyilaukan. Di dalam kepalanya, suara lembut terdengar lagi, kali ini lebih mendesak, "Tiupkan... harmoni sejati... lawan kehampaan..." Arya menarik napas panjang. Ada sesuatu yang mengalir dari suling itu ke tubuhnya—hangat, asing, tapi tidak mengancam. Ia tidak tahu lagu apa yang harus ia mainkan. Tapi entah mengapa, ia percaya pada bisikan itu. Dengan bibir bergetar, Arya meniup suling itu. Suara yang keluar bukan nada musik seperti biasanya. Melodi itu terdengar seperti bisikan alam semesta—lembut, dalam, dan penuh gema: hmmm... wooooom... shhh... Dentingannya mengisi seluruh kawah gunung berapi, menggulung seperti gelombang tak kasat mata, menenggelamkan raungan murka Utusan Kegelapan. Bahkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN