Rendra terdiam, memproses perkataan Shaina lalu berseru kaget. “Sungguh?! Keanu yang desainer interior itu? Kau adik tingkatnya?!” Shaina mengangguk-angguk, mengiyakan semua pertanyaan Rendra. “Wah, dunia sungguh sempit rupanya.” ujar Rendra masih terkejut bercampur aduk dengan kagum dan heran. Sejujurnya, Rendra lebih lebih terkejut dari yang terlihat di luar. Perkataan ‘adik tingkat Keanu’ dari Shaina tadi membuatnya teringat dengan sosok perempuan pemilik senyum manis yang sempat menarik hatinya beberapa waktu lalu. Ia pun hanya bisa menyembunyikan keterkejutannya itu dengan bertindak seolah-olah ia terkejut akan ucapan Shaina. “Ingat Hani? Perempuan yang datang bersama Keanu saat pembukaan kafemu. Hani itu teman dekatku.” Duar. Bom yang sedari tadi berusaha dihindari Rendra, d

