Awan berarak menghiasi langit cerah siang ini. Matahari tampak tertutup oleh kumpulan awan sehingga cahayanya kali ini cenderung terasa hangat. tampak seseorang menikmati cuaca yang jarang muncul ini, dengan berada di bawah pohon teduh di sisi miring salah satu bukit. Ia menggunakan kedua tangannya sebagai sandaran kepalanya sembari memejamkan matanya. “Keviiinn! Keviiinn!” Bukannya balik menyahuti, orang yang dipanggil itu tetap bergeming tiduran. Heh, biarkan saja. Pikir Kevin. “Keviiiinn! Jika kau tetap tidak mau menyahutiku, aku akan…” “….” “aku… aku akan…” “….” “Eh… aku akan melakukan apa ya?” ‘pfftt... bodoh!’ “Keviiiin!!” “….” Di sisi bukit yang lain, seorang gadis terlihat sedang duduk selonjoran di bawah pohon. Sederet kalimat omelan keluar dari bibir tipisnya itu.

