Happy Reading... . . . Seorang pelayan melintas tepat di depan mereka. Aroma parfum yang dipakai pelayan itu sangat familiar di penciumannya. "Bukankah aroma parfum ini mirip dengan aroma parfumnya James? apakah pelayan itu adalah dia? " batin Vania bertanya-tanya di dalam hatinya. "Ayo Vania, kita ke lantai dansa dansa dan ikut berjoget bersama mereka, " ajak Araz tanpa memperdulikan kelakuan teman-temannya yang random. "Tunggu sebentar, aku tiba-tiba haus sekali. Kamu tunggu disini sebentar, " Vania menyusul pelayan tadi untuk memastikan apakah benar pelayan itu adalah James atau bukan. Setibanya dengan mini bar, dia memberanikan diri untuk menyentuh pundak pelayan itu dan menyapanya. "James?" Pelayan itu reflek menoleh ke belakang dan menatapnya dengan heran. " Ada yang

