Fani menatap sinis kearah Altar yang duduk di single sofa seberang ia duduk. Sejak kejadian dimana Mar dibawah ke Klinik hewan dan Altar meminta agar Mar dititipkan saja ke pet house, saat itu lah perang dingin dimulai, ditambah lagi Altar yang dengan sengaja menarik ekor Mar saat hewan itu tengah tertidur. "Udah dong, kan Mas cuma bercanda." Altar menatap Fani dengan memelas. Sungguh, demi nabi Yusuf yang tampan sedunia, calon istrinya jika marah melebihi pasal dosen yang selalu benar. "Apa?! Coba deh pas mas sakit terus aku tinggalin di Rumah Sakit terus nyari cowok lain!? Mau?!" "Tap-" "Apa!? Terus kalo itu kaki patah tulang Fani seret dari Jakarta sampe Semarang mau?!" "Astaghfirullah sabarkan lah hamba-MU ini, berikanlah kesabaran yang luas tiada tara," batin Altar tersentak kage

