BAB 8

1054 Kata

       Lunetta masih saja tidak memberikan jawaban. Sedangkan Gerhan masih saja mengelus belahan p******a Lunetta dengan jari telunjuknya sembari memandanginya layak anak kecil yang baru pertama kali melihat sesuatu hal yang baru.         Sesaat Lunetta tersadar lalu menepis tangan Gerhan. Ia lalu buru-buru mencari sesuatu yang dapat menutupi bagian dadanya. Akhirnya ia menuju kamar satunya, karena teringat dia sempat membeli pashmina yang tadinya akan ia gunakan untuk melengkapi outfitnya suatu hari nanti. “Apa gue tidur di kamar ini aja ya?” tanya Lunetta pada dirinya sendiri. “Lagian kan Gerhan gabisa masuk ke kamar ini tanpa access card, sekarang mau kamar ini atau yg itu sekarang sama-sama udah kekunci cuma bisa dibuka dari dalem”        Lunetta pun mengeringkan rambutnya terlebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN