Lunetta masih terduduk lemas saat bel rumahnya berbunyi. Ia seperti tidak mendengarnya, pikirannya hanya fokus terhadap Gerhan saja. Ia takut sesuatu terjadi kepada Gerhan. Sedangkan di luar Edward masih berusaha menekan bel dan berharap si pemilik rumah segera membukakan pintu. Edward pun menelfon Lunetta dan ingin memberitahukan kalau ia sudah datang. Lunetta tersadar dari lamunannya karena suara dering telfon di tangannya. Buru-buru Lunetta bergegas mengarah ke pintu dan keluar untuk menemui Edward. Saat Lunetta keluar, Edward langsung menutup telfonnya. Terlihat wajah Lunetta panik dan pucat pasi. “Edward sekarang aku tahu wanita dibalik ini semua siapa!” seru Lunetta yang baru menyadari suatu hal yang sempat ia lupakan. “Maksud kamu?” “Gerhan pernah memberitahu aku mengenai peremp

