Rasa Marah

212 Kata

".Gila! Apa maksudnya dia melakukan hal itu kepada saya. Saya tidak seharusnya diperlakukan seperti itu". Kemarahan menguasai hati, pikiran dan mulutnya. Tidak bisa dithan lagi, suara mulai menguam seperti serigal memanggil lawannya untuk bertarung. Berbeda dengan dirinya, dia hanya mengaum di dalam kamar berukuran 3 X 4 meter, dengan suara seperti toa dengan radius 100 meter, takut terdengar tetangga yang sudah mendengarnya. TEMANNYA YANG SEDANG BERSAMANYA, TERDIAM, BERUSAHA MEMAHAMI APA YANG TERJADI, SEKALIGUS MEMBANTU DIA MENGAUM, agar tidak sendiri dan makin rame saja. Semua sudah terjadi dan menjadi sebuah duri yang tertinggal di hati, pikiran dan telinganya. Menusuk tiada henti seperti sebuah pesan untuk membuatnya lumpuh secara emosional. Sepertinya mereka sengaja melakukan hal-h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN