Bab 28. Tradisi Pesta Lajang

1312 Kata

dia berkata dengan nada serius, “Kamu akan terbiasa, Varuna. Kamu akan lihat, pernikahan kita ini adalah keputusan yang tepat.” *** Keesokan harinya, aku bangun dengan kondisi badan lebih segar. Pak Aksara sama sekali tidak mengganggu tidurku semalam. Dia bahkan sudah menyiapkan sarapan. Aku tinggal menyusulnya duduk di meja makan, menatap hidangan yang terhidang rapi di depanku. Pancake dengan sirup maple dan buah segar. “Kamu memasak ini sendiri?” tanyaku, sedikit terkejut. Pastinya, aku sangat menyukai pilihan menu sarapan yang dia buat, meski bukan menu yang biasa aku makan sebagai rakyat biasa. "Serius?" Dia hanya mengangguk tanpa banyak bicara. Selama sarapan, suasana pun terasa canggung. "Bagaimana menurutmu? Apa kamu suka sarapan yang aku buat?" "Hm. Aku menyukai sarapan po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN