Riki, Aldo, dan Calista jalan-jalan di pantai sambil bercanda tawa, Aldo dan Calista melihat tawa Riki tanpa sedikit pun tersembunyi rasa sedihnya ikutan merasa bahagia.
“Lo senang banget ya hari ini?” ujar Aldo yang membuat Riki tersenyum lebar
“Berkat kalian juga,” jawab Riki
“Sudah enggak usah sedih begitu, foto lagi yuk!” ujar Calista yang melihat wajah sendu Riki
“Eh Mas, tolong foto kan kami bertiga ya?” ujar Calista
“Eh Calista, sini lo! Di tengah!” ujar Aldo
“Iya, gue tahu!” ujar Calista lalu berlari ke arah Riki dan Aldo
Riki memasukkan lengannya ke dalam saku dan Aldo melakukan hal yang sama sedangkan Calista menggandeng ke dua lelaki itu, mereka melakukan banyak pose yang membuat orang yang memotret mereka kelelahan.
“Kasihan Mas itu, kelelahan!” ujar Riki yang membuat Calista dan Aldo menyengir
“Terima kasih ya, Mas?” ujar Calista setelah mengambil Hpnya
“Nih Mas ambil aja!” ujar Riki memberikan beberapa lembar uang seratus ribu
“Terima kasih ya, Mas?” ujar laki-laki itu mengambil uang pemberian Riki
“Lo kasi berapa?” tanya Calista
“Enggak tahu, enggak hitung tadi!” ujar Riki santai
“Orkay mah bebas!” ujar Aldo yang membuat Calista tertawa begitu juga Riki
“Eh Angel, foto berdua yuk?” ujar Riki yang membuat Calista tersenyum
“Kenapa? Tumben lo mau foto berdua dengan gue?” tanya Calista
“Lo mau foto apa enggak?” tanya Riki dengan nada kesal yang membuat Calista tertawa
“Ya sudah, Ayo!” ujar Calista
“Do, foto in?” ujar Riki yang membuat Aldo mengangguk
“Naik ke atas punggung gue!” ujar Riki yang di turuti Calista
Riki menggendong Calista, Calista langsung melingkari tangannya ke leher Riki dengan senyum lebar. Selesai berfoto Riki langsung kirim ke ig story dengan caption ‘little sister’.
“Tolong foto in gue dengan Calista juga?” ujar Aldo yang membuat Calista terkekeh sambil melangkah menjauh
“Enggak mau gue, nanti gue di gigit cewek lo!” ujar Calista yang membuat Aldo terkekeh
“Tidak kok, Fika kasi! Gue sudah izin sama dia.” ujar Aldo yang membuat Calista langsung mau foto sama Aldo
Selesai foto Aldo langsung mempostingnya dengan caption ‘Sama bestie dulu, sama pasangan nanti’ , Calista dan Riki terkekeh melihat postingan Aldo.
“Hastag ‘kode Ayang’ tapi Ayang belum mau jadian!” ujar Riki yang membuat Aldo kesal
“Resek lo!” ujar Aldo yang membuat Calista dan Riki tertawa mengakak
Di sisi lain Raya dan Bayu tengah memakan bekal buatan Bayu, Raya memainkan Hp Bayu lalu Raya terkejut melihat postingan Riki berdua dengan Calista.
“Mereka cocok ya?” ujar Raya yang membuat Bayu melihat ke layar Hpnya yang di pegang Raya
“Mereka memang cocok, tapi lebih cocok lagi kita!” ujar Bayu yang membuat Raya merasakan panas di pipinya
Raya melanjutkan menggeser benda pipih itu lalu terkejut melihat postingan Aldo yang menggandeng Calista dengan mesra.
“Kasihan Fika,” gumam Raya
“Maksudnya?” tanya Bayu yang tidak sengaja dengan gumaman Raya, Raya langsung menunjukkan apa yang lihat di layar Hp Bayu
“Kamu benar!” ujar Bayu setelah melihat
Fika dan Sandi masuk ke kelas sambil tertawa terbahak-bahak, Fika dan Sandi tampak mesra di mata Bayu dan Raya yang membuat Bayu tersenyum sinis.
“Cocok sih mereka berdua, sama-sama tidak cukup satu,” ujar Bayu yang membuat Fika melirik ke arah Bayu lalu lanjut lagi menunjukkan layar hpnya ke Sandi
“Yang satu kecentilan sama cewek lain, yang satu gatal sama laki-laki lain!” ujar Raya menyindir Fika yang membuat Fika emosi namun dengan cepat di tahan oleh Sandi
“Jangan ke pancing!” bisik Sandi
“Lihat caraku buat mereka malu.” ujar Fika yang membuat Sandi menaiki alisnya satu, Fika memvideo call Aldo yang tidak lama Aldo angkat
‘Halo ibu negara?’ ujar Aldo
“Apaan sih, lo di mana?” tanya Fika
‘Di pantai, why?’ tanya Aldo
“Ni Sandi, kangen sama lo!” ujar Fika yang membuat Sandi langsung melotot ke arah Fika
‘Ada apa, San? Tumben lo kangen sama gue? Tapi ya San, lo boleh kangen sama gue dengan syarat jangan ada perasaan sama gue!’ ujar Aldo yang membuat Fika tertawa sedangkan Sandi bergidik geli
“Mulut kamu ya, Aldo! Fika rindu makanya telepon kamu tapi malah aku yang di tuduh.” ujar Sandi yang membuat Fika melotot Sandi
‘Hai Sandi, hai calon Aldo!’ ujar Calista yang membuat pipi Fika merah
“Apa sih, Calis?” ujar Fika dengan nada kesal yang membuat Calista terkekeh
‘Rindu ya sama Aldo? Tenang aja di sini gue jaga in dia agar tidak kecentilan sama cewek lain!’ ujar Calista
Raya dan Bayu yang mendengar itu langsung diam, Bayu dan Raya menatap sinis ke arah Sandi dan Fika lalu Raya melanjutkan liat sosial media.
Calista melihat Raya dan Bayu makan bersama langsung paham kenapa Fika menelepon.
‘Riki lagi sibuk sama pacar barunya,’ ujar Calista yang membuat Raya menghentikan menggeserkan layar Hpnya lalu melirik ke arah Fika
“oh ya? Mana?” tanya Fika antusias
Calista menunjukkan Riki yang lagi bersama wanita yang tampak dari belakangnya saja.
‘Lihat tuh, mereka jalan berdua! Gue sama Aldo jadi obat nyamuk di sini!’ Ujar Calista yang membuat Fika dan Sandi terkekeh
“Baguslah Riki sudah jumpa perempuan yang bisa menghargai dia!” Ujar Fika yang menyindir Raya, Raya yang merasa ke sindir hanya bisa menatap Fika degan tatapan tajam
“Bilang ke Riki selamat, ya! Pokoknya siapa pun yang memiliki cowok sebaik Riki, hidupnya beruntung banget!” ujar Fika yang membuat Raya merasa emosi
“Beruntung apanya, yakin banget hidupnya bakalan hanya di manjakan oleh uang.” ujar Raya yang mendapat anggukkan setuju dari Bayu
‘Eh lo tahu enggak sih, Fik?” Tanya Calista yang mendapat gelengan dari Fika
‘Riki rela menentang seluruh keluarganya dan meninggalkan hartanya hanya untuk cewek itu! Gila enggak tuh?’ Ujar Calista dengan antusias, Calista melakukan itu dengan sengaja karena tidak terima Raya menjelekkan Riki
“Serius? Wow banget ya kelakuan Riki!” Ujar Sandi
“Wow bangetlah, San! Gue sudah tahu kalau Riki sebaik ini tetapi sayang banget di sia-siakan, selalu di salahkan sama manusia paling egois dan tak tahu cara menghargai perjuangan seseorang! Ya susah sih mau di bilang juga soalnya manusianya merasa paling sempurna dan merasa paling tersakiti.” ujar Fika yang membuat Raya mengepalkan tangannya
“Fika?” tegur Sandi yang tahu apa maksud Fika
‘Benar itu! Enggak semua orang jahat! Ya setidaknya menghargai seseorang walaupun sedikit ya, Fika!’ Ujar Calista
“Benar sekali! Tapi, susah juga sih! Kan sudah gue bilang merasa paling sok tersakiti itu susah!” ujar Fika lagi menekan kata ‘merasa paling tersakiti’
Raya yang mendengar itu langsung menggebrak meja hingga semua melihat ke arahnya.
“Apa maksud lo?” Tanya Raya dengan nada membentak
“Maksud gue? Oh lo ke sindir?” Tanya Fika dengan santainya
“Lo sindir gue kan? Jujur ajalah!” Ujar Raya
“Yang duluan mulai siapa? Lo kan!” Ujar Fika dengan nada membentak
“Kalau lo enggak merasa, ya sudah! Kenapa lo malah balas sindir? Artinya lo merasakan?” Tanya Raya yang membuat Fika tersenyum sinis
“Kalau gitu lo tersindir dong dengan omongan gue? Kalau enggak merasa, ya sudah! Enggak usah emosi” ujar Fika yang membuat Raya terdiam
“Ngapa diam? Kalah? Kasihan! Makanya kalau ngomong itu pakai otak bukan emosi b***h!” Ujar Fika yang membuat Raya ke arah Fika lalu menampar Fika sekuat tenaga
Aldo, Calista, Bayu, dan Sandi terkejut melihat itu . Fika menatap Raya dengan tatapan yang tidak bisa di gambarkan.