Adipati menghela napasnya lalu menarik koper dan membawanya menuju ruang tengah. Elsa sudah rapi dengan pakaian kerjanya, mereka berdua sudah siap untuk berangkat namun berbeda tujuan. “Loh, mas Adipati mau kemana Mas? Kok pakai bawa koper?” tanya Elsa sembari menata selai diatas roti. “Bukan urusan kamu, yang saya minta kamu hanya mengerjakan tugas perusahaan. Jangan sampai ada masalah. Oh ya jangan manja. Jangan sakit, jangan telat makan. Saya ke luar negeri satu minggu.” Elsa tercengang dengan ucapan Adipati yang sangat dingin, seolah sikapnya perhatian namun terkesan cuek. Dia benar-benar tidak bisa memahami karakter Adipati saat ini. Bagaimana bisa Adipati sedingin itu kepadanya? Sedangkan kemarin dia bisa seperti orang khawatir saat dia sakit. Seolah sikapnya seperti bocah labil.

