Semenjak menikah dengan Elsa, hal pertama yang Adipati rasakan adalah ketulusan dalam kepribadian Elsa. Gadis manis nan polos itu sangat berbeda dengan wanita lain pada umumnya, Elsa tangguh, mandiri, dan tegar. Rasa hati ingin melangkah mencintainya, namun langkah Adipati terhenti, dia terbayang teringat dengan sosok wanita lain yang pernah dia buat jatuh cinta—Calista. “Elsa, kemari.” Seketika jemari lentik Elsa berhenti menari diatas keyboard lalu berjalan menuju Adipati. Meski laki-laki di hadapannya suami sahnya, dia tidak bisa bersantai. Adipati selalu labil, terkadang perhatian, terkadang seperti serigala yang siap mencabik setiap inchi kulitnya. “I-Iya Pak?” Dua tumpukan kertas diberikan kepada Elsa, dengan tatapan tajam Adipati menatap Elsa. “Kamu tau apa salah kamu? Kenap

