Dante mengerutkan keningnya, ekspresinya menunjukkan kebingungan yang mendalam mendengar ucapan Louis. “Apa maksudmu?” tanyanya, nada suaranya mengandung ketidakpastian yang jelas. Informasi yang baru saja disampaikan Louis tampaknya masih belum sepenuhnya dapat dipahami olehnya. Louis, yang berdiri di seberang telepon, terdengar lebih tegas dan yakin. “Mari bertemu, Tuan. Saya akan menjelaskan secara detail. Jika melalui telepon, penjelasannya tidak akan lengkap,” kata Louis, suaranya penuh dengan urgensi dan keseriusan. Dante mengangguk, kesadaran akan pentingnya pertemuan itu semakin mendalam. “Baik. Kau di mana? Aku ke sana sekarang!” ucapnya, nadanya penuh keputusan. Keresahan yang ada di hatinya membuatnya ingin segera mengetahui detail dari informasi yang sangat mengganggu ini.

