Buah Hati Kami

1818 Kata

Happy reading, Sayung. Terima kasih sudah setia menunggu ❤ "Sapi, sapi apa yang bisa manjat?" Daffin cuma melirikku sebentar lalu kembali fokus pada pekerjaannya. Dari tadi dia terus aku gangguin, sampai terdengar decakannya beberapa kali. "Nggak tahu." "Kamu kan belum mikir, Daf. Mikir dulu nanti baru dijawab." Aku mengerucut sebal. Padahal ya, pertanyaan ini udah sering aku ulang beberapa kali. "Nggak ada sapi yang bisa manjat, Ni. Semua sapi itu nggak ada yang punya tangan atau cakar." "Itu kan tebakan, Daf. Ada plesetannya." Terdengar hembusan napas dari suamiku ini. Dia sekarang banyak-banyak sabar menghadapi aku yang tengah hamil tua ini. "Ya udah, jawabannya apa? Aku nggak tahu beneran." Aku melengos. Malas sekali menjawab. Nggak asik Daffin. Pekerjaan terus yang diurus. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN