Kejutan Tak Terduga

1572 Kata

Aku membuka pintu kamar Daffin, dan menemukannya sedang berdiri termenung sambil mengusap bingkai foto Papa. Tidak ada air mata yang keluar, hanya raut sendu yang menghiasi wajahnya. Meski kesan dingin tidak hilang dari wajah yang selalu membuatku tenang itu. "Daf?" Aku memegang pundaknya dan mengusapnya pelan. Dia menoleh sebentar ke arahku dan kembali menatap bingkai foto kecil yang didalamnya ada foto Papa bersama anak kecil. "Aku belum bisa bahagian Papa." "Tapi Papa pasti bahagia melihat kamu bahagia, Daf." "Aku belum bisa jadi anak yang baik." "Setidaknya kamu sudah berusaha." Daffin menoleh kearahku dan ku balas dengan senyuman, bagaimanapun, aku harus menenangkannya, mencoba meredakan kesedihannya karena baru saja kehilangan sang Papa. Bukan hanya dia. Aku juga merasakan hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN