Sudah hampir satu minggu lamanya aku nggak masuk kerja, selain karena badanku yang sedikit meriang, alias merindukan kasih sayang si medit, juga karena nggak berani menghadap Bagas setelah mendengar penjelasannya tempo hari yang lalu. Sungguh, aku masih tidak percaya dengan apa yang dia bilang, bahkan aku sampai berpikir ... sudah berapa lama kuping ini tidak dibersihkan, kok sampai bisa mendengar hal sehalu itu. Kluntang! Handphone-ku yang berbunyi di sampingku langsung kuraih begitu saja, di layarnya terpampang nama Bagas sebagai pemberi pesan. Di sana juga tertulis, kalau dia menanyakanku, kenapa tidak masuk beberapa hari ini. Wah ... tidak tahu saja dia, kalau sebenarnya aku sedang menghindarinya. Sebenarnya nggak tahu juga sih, kenapa aku harus menghindari dia, tapi rasa tidak enak

