Alasannya

1707 Kata

Terima kasih untuk semua yang sabar menunggu, dan mengikuti cerita ini terus Happy reading *** "Emh ...." Tanganku terangkat dan tubuhku langsung berbalik ke samping, kebiasaan setelah beberapa hari tidur sendiri. Eh? Aku sedikit terkejut melihat pria yang tengah memejamkan matanya ini berada di depanku, dengan tangan yang masih erat memeluk pinggangku. Bahkan dengan sengaja ia melenguh dan merapatkan pelukannya, membuat wajah kami semakin dekat saja. Bergerak maju sedikit pasti udah nyium dia. Mataku terus memandang wajahnya. Sudah beberapa minggu ini aku tidak merasakan moment seperti ini. Eh, salah, meski pun dulu kita sering tidur bersama, belum pernah aku diperlukukan Daffin seperti ini. Jantungku makin berdebar saat aku diam-diam mengamati wajahnya dari jarak sedekat ini. Tampa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN