Berat

1225 Kata

            Aisyah pulang ke rumah dengan hati yang masih tidak percaya dengan kenyataan yang terjadi. Jika saja hati kecilnya boleh jujur bahwa, alasan ia menolak dua lelaki yang melamarnya empat tahun yang lalu adalah karena ia masih menyimpan sedikit harap pada Faqih. Walaupun dulu Faqih pernah memperingatinya untuk tidak berharap pada makhluk.             Pertemuan yang ia kira akan indah itu justru adalah pertemuan yang begitu suram. Setelah menerima undangan itu Aisyah langsung pulang ke rumahnya. Bahkan, ia menolak tawaran Qory yang hendak memperkenalkan lingkungan pesantren.             “Jadi Faqih mau nikah sama Qory temen kita dulu, Syah?” Tanya Adinda yang tampak begitu penasaran saat melihat undangan yang Aisyah tunjukan.             Aisyah hanya terdiam lesu. Saat ini ia b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN