11

1077 Kata

Ketika melihat pemandangan ini, entah kenapa aku tidak bisa berkutik. Sedangkan Aiden dari tadi hanya menatapku dan tetap memeluk perempuan itu. Ya, seseorang itu adalah perempuan dengan rambut panjang dan berwarna coklat. Memakai dres mini dengan high heels setinggi tower. "Non," panggil Bik Asih dengan raut wajah panik. Tanpa menggubris Bik Asih kubalikkan badan dan kembali ke kamar. Amarah dalam diriku tiba-tiba tersulut. Ku kunci pintu kamarku. Dadaku naik turun tidak karuan, "Bisa-bisanya dia memeluk cewek setelah mencium keningku!" "Arggghhhh...!!!" teriakku kesal. Dadaku terasa sangat nyeri. Buru-buru kucari obat di lemari pakaian milikku. "Aghh...." Rasanya sangat nyeri. Panikku kambuh, aku harus segera menemukan obatku. "Arghhhhh... aghhh!!" Aku sangat kesulitan mengatur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN