"Hallo..." ucapku setelah menempelkan telepon Genggam tersebut ke telingaku. "Bagaimana kabarmu? Ayah dengar kamu dan Aiden baru saja bertengkar. Apa semuanya baik-baik saja?" "Semua baik-baik saja Ayah. Mama dan Oma menyelesaikan masalah kami." Aku menjawabnya dengan memutar bola mata. "Baiklah kalau begitu. Jangan berlagak keras kepala Sayang. ingat, kamu sudah menikah. Terpaksa harus menurunkan ego demi kelangsungan rumah tangga kalian. Jangan sampai Ayah mendengar berita tidak mengenakan mengenai pernikahanmu. Jaga diri baik-baik di sana." "Iya Ayah." Sambungan telepon pun terputus. Ku hela napas panjang karena percakapanku dengan Ayah. Setelah perbincangan singkat itu, tanpa sadar aku tersugesti. Keusilanku mengganggu Aiden pun hilang hingga membuat suamiku penasaran. "Apa keagre

