Drystan bernapas tersengal-sengal, membungkuk dengan kedua tangan bertopang pada lututnya. Keringat menetes-netes di pelipis dan wajahnya. Ia merasa begitu panas dan gerah, seluruh pakaiannya basah oleh keringat. Beberapa meter di depannya, Aaron bersedekap sembari melirik Drystan dengan malas. "Cepat!" Seru Aaron keras. Drystan memaksakan untuk menghirup udara keras-keras dan mengusap keringat yang menetes-netes di wajahnya secara asal. Ia merenggangkan kedua bahunya, dan segera berlari menyusul Aaron. Sudah seminggu sejak Drystan keluar dari rumah Edward, dan sudah seminggu pula Aaron melatihnya kemampuan fisik secara brutal. Drystan nyaris tidak memiliki waktu istirahat selain jam tidur malamnya. Sebagai orang yang sejak awal memang tidak pernah dilatih secara rutin, Drystan jelas me

