MARCO Melisa tidak ada saat aku keluar dari ruangan dokter Friska. f**k! Selama ini dia bohongin aku? Gila, sakit jiwa anak itu! Maksudnya apaaa? Apaaaa?!! Aku udah gak ngerti lagi. Aku segera berlari menuju mobilku, lewat jalan memutar aku melajukan mobilku ke rumah tadi. Kalau dia sampai naik angkutan umum, dia pasti muter, Bogor sistem satu arah sekarang, dan dia gak bawa HP untuk pesen ojek online. Aku harus minta pertanggungjwaban sama dia. s**t! Gue laki kenapa gue yang minta tanggung jawab? Udah ah bodo! Aku melajukan mobilku perlahan, menelusuri jalan. Kali aja ada Melisa di pinggir jalan. Atau di mana pun. Aku membuka pandanganku. Siapa tahu aku melihat sosoknya. Sudah sampai rumah, tapi dia tidak ada. Ponselnya, tabletnya, gambarannya masih tergeletak tak berdosa di meja

