bab 9

1023 Kata
Pertemuan yang disengaja itu akhirnya berlanjut. Di halaman parkir gedung pertokoan yang belum dipakai seorang perempuan yang berumuran 40 an bernama dewi duduk yang ditemani laki laki umur 25 tahun.tidak lain adalah keponakannya. Dari ujung jalan meluncur seorang laki laki separuh baya membawa mobil sedan warna putih pas berhenti disebelah mobil dewi. Dewi adalah perempuan yang bekerja sebagai unit manager di sebuah asuransi jiwa yang ternama saat ini. Sedang hasan laki laki wira swasta di bidang jual beli mobil bekas. Hasan turun dari mobil sembari melepas kaca mata hitam dan mendekati bu dewi menyodorkan tangan dan "Maaf bu dewi ya?". "Iya mas nya siapa ya?". sahut bu dewi sambil melepas tangan saat salaman. "Oh maaf lupa,saya hasan temen yudi, kemarin ditelpon kalau ada mobil temen mau di jual". hasan mencoba untuk memperkenalkan. "Om yudi tadi juga sudah bilang ga bisa ke sini,ada pekerjaan luar kota". sahut bu dewi dengan lesung pipi yang mengembang. "Oh iya tadi juga bilang begitu ni juga sudah di kasih no bu dewi juga". hasan hatinya berbunga bunga dasar lihat perempuan cantik saja sudah kemana mana pikirannya. "Silahkan di cek ini mobilnya ". sambil ngasih kunci kontak bu dewi kelihatan agak terkesima. Hasan sudah mulai pegang pegang body mobil cek mesin Ac lampu sepeda meter pemakainya central lock ps pw dan kerapian interior.di dalam mobil wangi aroma bu dewi nich bikin berdebar. Ketika lihat kaca mobil bagian belakang ada stiker kecil di sebelah kanan,striker itu ga asing di mata hasan. "Asuransi .... ". baca hasan pada striker itu. "Kenapa mas,sudah pakai asuransi ya?". Tanya bu dewi tiba tiba. "Sudah lima bulan yang lalu bu,kebetulan ada teman bidan ngajak bergabung sebagai nasabah". balas hasan. Bu dewi dengan semangat mencoba merayu hasan bagaimana caranya supaya hasan bisa bergabung dengan dia. "Begini mas,gabung dengan saya sekalian nanti ikut marketing, seperti nya mas hasan banyak relasi teman dan cepat akrab supel". rayu bu dewi. Hasan kelihatan tertarik dengan tawaran itu,pasti ada sesuatu yang di inginkan tidak hanya bergabung tapi ingin bisa lebih dekat dengan bu dewi. "Bagaimana dengan polis saya bu,sudah lima kali bayar hilang donk". jawab hasan agak bingung. "Tidak biar saya yang urus,yang penting mas hasan siapin berkasnya saja". bu dewi mencoba mengambil hati hasan. "Ya sudah besuk dech aku siapin ". balas hasan. Walaupun sepengetahuan hasan bahwa uang premi yang sudah di bayarkan tidak bisa ditarik,karena jaminan kesehatan itu dibayarkan di depan. Lain lagi kalau polis itu sudah di atas lima tahun berjalan. Karena isi otak hasan sudah tidak jernih lagi,yang ada cuma kebayang body bu dewi yang semloyhe mantab bikin Hasan ga bisa tidur. Dari transaksi siang itu sudah ada kata sepakat harga dilanjutkan besuk karena surat surat belum siap. Bu dewi lagi ada konflik dengan keluarga, suami tidak bekerja dan bu dewi merasa di jadikan mesin atm saja. perlakuan kasar suaminya membuat tidak nyaman kdrt juga menjadi alasan. doktrin ke tiga anaknya yang dicekok dari ayahnya untuk jauh dari ibunya kerap kali membuat mental bu dewi drop untuk sementara waktu bu dewi pulang ke orang tua. Memang tidak ada habisnya teror suami ke bu dewi salah satunya teror ke kantor yang membuat bu dewi merasa malu di lingkungan dan teman kerja. Bu dewi tidak tahu persis apa yang ada di kepala suaminya, padahal ini sumber penghasilan untuk ke 3 anaknya tetapi bersikeras ingin menghancurkan. Pagi pagi bu dewi sudah menghubungi hasan mengajak ketemuan . "Pagi mas,pagi ini bisa di lakukan pembayaran ya?". Tanya bu dewi dalam sambungan telepon. "Siap bu,kita ketemu di kantor ya?". balas hasan. Dari percakapan itu hasan menyetujui harga dan bersepakat ketemu di kantor.tak biasanya hasan mandi sepagi itu dan berdandan lumayan rapi.dalam hati hasan kapan lagi dapat yang mantap mantap. "Bakal berlanjut nich pertemuan hari ini dan selanjutnya. agen yang dulu juga tidak ada nyep-nyep tidak ada ruginya aku tinggalkan. ganti agen biar saya ada kesempatan ketemu terus sama bu dewi semlohey" kata hasan dalam hati Sudah selesai pembayaran dan penyerahan surat dokumen mobil serta surat kuasa untuk pengambilan bpkb di kantor leasing.setelah pelunasan pinjaman. pada saat pengambilan bpkb pada hari yang sudah di jadwalkan kantor pembiayaan hasan datang ke kantor. "Permisi mbak mau ambil bpkb atas nama dewi" sambil menunjukkan kwitansi pelunasan pinjaman hasan berdiri di depan loket. "Oh iya selamat pagi tunggu sebentar ya pak" karyawan finance "Ini bpkb nya pak,silahkan tanda tangan disini".karyawan finance. Tanpa dicek lagi hasan langsung tancap gas pulang Untuk menunjang kegiatan dan aktivitas sehari hari bu dewi ambil mobil baru. karena terlalu jauh kalau tiap hari ke kantor harus di tempuh dari rumah orang tuanya bisa butuh waktu satu jam lebih. bu dewi akhirnya memutuskan untuk ambil kost yang dekat dengan kantor,sambil nunggu inden mobil baru turun. Hasan sebagai teman baru sekaligus satu agen merasa kasihan dan was was juga kalau mendengarkan cerita bu dewi . Buat bu dewi seperti tidak ada masalah mungkin karena sudah biasa menghadapi karakter dan sifat suaminya. Dari bekas kdrt yang tersimpan potonya di hp bu dewi,sungguh Hasan tidak tega melihatnya . Tidak jauh beda dengan sinetron bisa jadi yang di alami bu dewi lebih sadis dari cerita yang tayang di televisi swasta. Sesampai di rumah hasan membuka berkas dan ternyata yang ada BPKB mobil katana. "Bu dewi yang dijadikan agunan BPKB katana?" Saking paniknya hasan langsung telpon bu dewi. "Maaf mas lupa kemarin tidak bilang ke mas hasan kalau yang katana yang pinjam adik saya, " Bu dewi panjang lebar menjelaskan tentang dua jaminan bpkb. "Jadinya saya nutup dua bpkb,ga mungkin bpkb katana dibalikkan ". tambah hasan. "Ya kapan kapan main ke rumah ngobrol sama adik saya,biar diganti uangnya ".bu dewi menawari untuk main ke rumah. Akhirnya telefon ditutup kesempatan untuk main ke rumah bu dewi direncanakan minggu depan. Hari berganti minggu begitu cepat dan sampai lah pada minggu yang sudah di janjikan, dewi ketika itu bareng hasan dari kantor melesat sampai rumah bu dewi. Di teras rumah duduk seorang yang sudah memutih rambutnya, lelaki dengan jenggot dibiarkan memanjang, menambah kesan nyentrik berpenampilan sederhana, berkaos oblong putih sarung kotak kotak biru. halaman rumah yang luas banyak pepohonan yang tertata rapi hijau sejuk sekali suasana di pagi itu. Kebanyakan orang dan pemuda kampung pada manggil pak dhe Sutar kalau nama lengkap sutarmaji.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN