Bab 2
Satu bulan tiga perempuan, sebelum menikah laki laki boleh memilih perempuan yang akan mendampingi hidupnya sebagai istri.
Tidak mudah waktu sesingkat itu untuk memilih perempuan dalam waktu yang sama untuk waktu yang lama bahkan berharap sampai kita mati.
Usia juga bisa dijadikan sebagai alasan perempuan untuk memilih suami.
Banyak perbedaan antara perempuan yang sudah pernah berumah tangga dengan perempuan muda yang belum menikah.
Perempuan muda belum pernah menjalani dan merasakan pahit manisnya hidup,masalah yang terjadi dalam rumah tangga begitu kompleks.
Sedang perempuan yang pernah mengalami kegagalan berumah tangga akan lebih hati hati untuk yang ke dua kalinya dalam menerima laki laki sebagai suami.
Dari cara pandang dan prioritas dalam menentukan pilihan itulah yang sangat tajam perbedaannya.
Perempuan muda lebih ke perasaan bahagia senang belum terbebani dengan persoalan dan belum banyak memikirkan kebutuhan, tetapi setiap manusia diberikan kesempatan untuk bisa memilih dan memecahkan persoalan-persoalan dalam menjalani kehidupan.
Perempuan yang ke tiga inilah lebih dekat dengan saya, dulu satu kelas waktu kita masih sama sama menuntut ilmu,tapi kedekatan tidak menjamin diantara kita ada jodoh,yang terpenting adalah laki laki berusaha menjemput jodohnya.
Jodoh dan tidak itu bukan wilayah berfikir kita,manusia hanya sebatas berusaha Karena jodoh rejeki mati di tangan Tuhan.
Sebelum mengawali langkah menuju rumah wati di dalam hati sudah aku niatkan.
"Ya Tuhanku ini adalah bentuk Iktiar dalam mendekatan takdirku,jika ini jodohku maka hamba memohon tetapkanlah ".
Jadi secara mental aku sudah kuat,segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia tidak lepas dari campur tangan Tuhan.
Menurut ilmu yang aku tahu bahwa sebelum manusia lahir di dunia maka tiga perkara sudah tertulis di langit jodoh rejeki mati.
Berjodoh dengan siapa kita tidak pernah tahu, tetapi manusia dilahirkan sudah ada pasangannya cuma kita belum dengan siapa jodoh kita.
Rejeki juga demikian kita tidak pernah tahu seberapa banyak yang kita dapat, hanya sebuah keyakinan bahwa manusia terlahir sudah dijamin rejekinya oleh Alloh.
Mati entah kapan dan dimana dengan cara bagaimana kita tidak pernah tahu yang jelas semua yang hidup pasti mati,tidak bisa dimajukan atau di mundurkan kalau azal sudah menjemputnya.
Berdoa salah satu permohonan dan menunjukkan bahwa kita tidak punya kuasa apapun kecil di hadapan Tuhan,doa juga bisa memberikan ketenangan bathin.menguatkan sebuah pilihan bahwa doa harapan terbaik yang dimunajatkan.
Sebenarnya wati ini adalah perempuan yang pertama kali aku kunjungi harapan dari doa saya dikabulkan Tuhan.
Bahwa wati adalah pintu untuk mendapatkan jodoh tetapi bukan dia jodohku ,sebatas tanda bahwa kalau kita berharap berdoa dengan sungguh sungguh maka Tuhan maha mendengar doa hambanya.
Sesampainya aku di kota dimana wati tinggal menuju alamat yang sudah diberikan kemarin, akhirnya sampai juga aku di rumah wati,tidak sulit mencari walaupun dulu belum ada goegle map seperti sekarang ini.
Sebelum aku masuk sudah terlihat oleh wati dan diriku kalah duluan menyapanya.
" Assalamu alaikum .... akhirnya sampai juga kesini,sendiri ya".sapa wati.
"Waalaikumsalam ... ...kan sudah bilang kalau mau main sini ". jawabku sambil memberikan oleh oleh.
Wati "Makasih ya san,lagi puasa juga kan". sambil mempersilahkan duduk.
"Terima kasih". jawabku sambil melangkah ke kursi,rasanya pingin slonjoran.
"Gimana kabar teman kelas kita...sdh pernah ketemuan belum saan". wati berusaha menetralkan suasana.
"Belum siih...rencana mau ngumpulin temen biar kita bisa reunian minimal satu kelas". sambil meluruskan badan hasan merasa lapar haus perjalanan lumayan juga bulan puasa lagi.
"Kalau pas ga da acara yang lebih penting, in sya Alloh datang". sahut wati sambil benahi kerudungnya.
"Ya saya maklum,bu notaris pasti sibuk lah,tapi untuk silaturahmi kalau bisa hadir,kan ga tiap tahun ada" . ku berusaha mengambil hati.
"In sya Alloh ". sahut wati.
Hari menjelang magrib kita buka bersama, kebetulan rumah wati dekat masjid Hasan sholat dan taraweh sekalian ,malam itu pukul 21.00 Hasan diantar ke hotel cukup jalan kaki tidak jauh hotelnya dari rumah.
Menjelang makan sahur aku keluar cari makan dekat alun alun sambil nongkrong menikmati sepinya kota waktu itu.
Tak terasa semakin dingin Hasan lupa ga pakai jaket, cepat Bergegas menuju hotel waktu hampir imsak
" ada nasi kuning lengkap dengan lauk dan teh manis ". tanyaku dalam hati,tanpa pikir panjang aku santap semua alhamdulillah.
Setelah selesai makan terdengar suara imsak pas banget.
ku buka hp ada chat dari wati
"Selamat makan sahur...san itu sudah disiapkan di meja depan, pintu kamar diketuk ketuk bilangnya kamu ga ada ".
"Oh iya saya cari makan keluar,makasih ya wat"
balasku terkirim.
Bangun tidur 09.00 mandi berkemas dan keluar dari hotel menuju rumah wati.
Pukul 10.00 aku mohon pamit untuk pulang, kedatangan saya sebenarnya jawabannya.
kita sudah saling mengerti,karena saya ingin memulai dari wati,memang saat itu tidak ada di otak saya satu nama perempuan pun.
Silahturahmi itu banyak manfaat mendekatkan rejeki dan memperpanjang umur.
Perjalanan pagi itu tidak begitu ramai karena aktivitas di bulan ramadhan kalau pagi memang agak sepi di banding hari hari biasa.
Setelah menempuh perjalanan enam jam rata rata 70 km pada saat itu belum ada jalan tol seperti sekarang ini.
Alhamdulillah Sampai dirumah semua keluarga menanyakan bagaimana hasilnya .
" Gimana Isa ketemu kan". Tanya ibuku.
"Saged bu praktek nya juga serumah". Jawabku.
keluarga besar saya sudah senang karena aku mau memulai tahapan dalam menjemput jodohku.
"Entah nanti berjodoh dengan siapa yang penting sekarang sudah berusaha". Kakak ikut komentar.
terlepas dari itu semua adalah keputusan berpulang ke saya yang menjalani, keluarga intinya mendukung siapa pun kelak yang akan aku pilih yang penting ibuku merestui.
Pernikahan adalah menyempurnakan diantara kedua pasangan dalam hal ibadah,yang bersifat disegerakan.
pelaksanaannya tidak berarti buru buru. Karena untuk selamanya perlu ditimbang dan dipikir sungguh sungguh jangan sampai salah pilih dalam memilih jodohnya.
"Ibu hanya bisa mendoakan semoga le saan mendapatkan istri yang shalihah taat sama suami dan Gusti Allah". Doa ibuku.
"Aamiin nggih bu makasih doa dan restunya". Jawab Hasan.
Tak berselang lama kemudian keluarga Hasan sudah pada pulang sendiri sendiri.
Tinggal dirumah itu hanya hasan dan ibunya,dari enam yang belum menikah tinggal hasan saja,sedang ibuknya sudah usia 80 an tahun.
hasan termasuk laki laki yang terlambat dalam mengawali hidup berumah tangga, di usia yang sudah berkepala empat hasan lagi akan memulai babak baru membentuk keluarga kecil,dan sekarang lagi proses menjemput jodohnya.
hasan laki laki yang menjalani hidup yang selalu berfikir untuk kebaikan keluarga dan orang disekitarnya. kepeduliannya tinggi terhadap orang sekitarnya.