-happyreading- Aya mendengus kasar lagi dan lagi, mulutnya juga terus mencebik ketika Angga gencar menyuruhnya untuk mengganti gaun yang ia kenakan saat ini. Alasan laki-laki itu juga berbagai macam. 'Lo jelek pake itu,' 'Gausah sok montok, lo tepos,' 'Norak anjir,' 'Lo kayak cabe pake itu,' 'Bajunya jelek,' Dan masih banyak lagi ocehan yang Angga keluarkan sehingga membuat telinga Aya ingin mengeluarkan asap. Untuk kesekian kalinya, Aya kembali masuk ke ruang ganti untuk mengganti gaun yang ia kenakan saat ini. Setelah bersusah payah, akhirnya ia berhasil mengenakan gaun itu. Aya pun keluar dari ganti dengan wajah yang tertekuk, ia dapat melihat Angga yang sedang memainkan ponselnya. Aya mencebikan bibirnya ketika Angga sama sekali tidak menyadari keberadaannya. "Ini terakhir kal

