32 - Curiga

994 Kata

-happyreading- "Nggak mau!," Angga menghela nafas jengah menatap Aya yang menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. "Makan dulu sayang," pinta Angga lembut seraya menyodorkan sendok ke mulut Aya. Dengan ragu, Aya membuka mulutnya dan menerima suapan bubur dari Angga. "Huek, pahit!," Aya berlari ke toilet yang ada di kamarnya dan langsung memuntahkan isi perutnya. Angga yang melihat itupun tak tinggal diam, dengan cepat ia meletakkan mangkok bubur beserta sendoknya di nakas. Dan setelah itu, ia beranjak untuk menyusul Aya yang masih memuntahkan isi perutnya di westafel. Dengan lembut Angga memijat tengkuk leher Aya, melihat wajah Aya yang begitu pucat membuat rasa bersalah kembali muncul. Betapa bodohnya ia memarahi Aya hanya karena Airyn, tiga kali dia membentak dan menuduh Aya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN