34

1118 Kata

Kalau inget kejadian kemarin rasanya gue gak mau ngebuka mata gue lagi, ya Allah kenapa cobaan-Mu begitu berat? Gue gak akan sanggup ngehadapin siapapun sekarang. "Aya, makan dulu sayang" ucap Mas Azzam ngusap lembut helaian rambut gue, gue masih setia memejamkan mata gue gak berniat ngerespon apapun. "Mas udah kehilangan anak kita jadi tolong jangan ngebuat Mas ikut kehilangan Aya" lirih Mas Azzam dan beralih meluk erat tubuh gue, dalam diam, air mata gue gak kebendung dan gue menangis sejadi-jadinya dalam dekapan suami gue. "Semuanya gara-gara Mas" satu kalimat gue yang membuat Mas Azzam melepaskan dekapannya. "Semua karena Mas, Mas penyebabnya, semua karena Mas yang gak pernah bisa tegas sama semua perempuan yang berusaha ngedeketin Mas" lirih gue bahkan gak natap Mas Azzam sama sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN