Mas pulang. Papa tunggu di rumah. Perasaannya tak enak ketika mendapakan pesan itu. Ia segera meninggalkan kelasnya. Kemudian berlari menuju parkiran mobil. Perjalanan dari London ke Aberdeen jelas jauh. Ia tak akan bisa sampai secepat mungkin dengan mobil. Satu-satunya jalan yang terpikir adalah baik pesawat. Ia langsung berangkat ke sana. Disela-sela kesibukannya menyetir, ia menghubungi beberapa teman yang bisa menolongnya. Terutama teman-teman yang berada di satu apartemen yang sama dengannya. "Roy, sorry. Minta tolong ambil mobil gue di bandara. Gue ditelpon bokap, disuruh pulang." Tanpa ba-bi-bu, Roy mengiyakan. Ia tak bertanya karena sepertinya memang terjadi sesuatu. Dan Nathan juga tak bertanya kenapa papanya mendadak mengirim pesan seperti itu. Ia yakin kalau sesuatu yang bu

