Terbakar Sendiri

2999 Kata

Nathan tertawa ketika tahu ke mana tujuan Zura. Gadis itu mengambil duduk di halte depan sekolah. Tadi saat memasuki gerbang sekolah, mereka melewatkan halte ini begitu saja. Karena fokus mereka lebih ingin segera masuk ke sekolah. Kini keduanya tersenyum kecil. Banyak kenangan juga di sini. Kenangan apa saja? Hohoho. "Aku sering godain kamu di sini. Tapi pas kita putus, aku juga sering lihat kamu duduk di sini. Apa yang kamu pikirin?" Zura tampak berpikir. Entah lah, ia tak ingat lagi. Fokusnya kalau sudah di sini ya angkutan umum agar bisa segera pulang. Ada kesenangan tersendiri dikala ia duduk di sini. "Pulang." "Gitu?" Zura mengangguk-angguk. Lalu keduanya terdiam dan sama-sama menatap lalu lintas di depan mata. Banyak hal yang telah mereka lewati. Meski tak begitu tahu banyak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN