11:11: Eleven

1884 Kata

Mr. Christ sudah menunggu di depan halaman rumah Eric karena dihubungi oleh Syahid. Bukan main senangnya saat mengetahui tuannya akhirnya menghubunginya juga. Setelah tahu tujuan dari Syahid kenapa meneleponnya, antusias Mr. Christ langsung menghilang digantikan dengan rasa cemas dan takut. Takut kalau Syahid akan terluka untuk kesekian kalinya lagi. Eric juga sudah berdiri di teras, sempat menyapa Mr. Christ dengan kilatan mata tajamnya tanpa senyum sedikit pun karena memang anak bernama Eric ini terkenal dengan sikap tidak beradabnya. Orang tua saja dia tidak panggil dengan emble-emble 'Ibu' atau 'Bapak'. Eric hanya memanggil mereka sesuai apa yang disukainya. Pintu rumah pun terbuka membuat Mr. Christ, Eric dan beberapa orang bayaran Eric menoleh ke arah pintu. Mereka kompak menganga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN