17:17: Seventeen

1132 Kata

Keenan menipiskan bibir merasa suasana di dalam ruangan masih terasa canggung. Apalagi orang-orang di depannya masih enggan membuka suara. Hanya saling membuang muka dengan berulang membasahi bibir. Entah karena masih ragu berbicara atau memang belum bisa menemukan kalimat apa yang pantes untuk diucapkan sekarang. Keenan melirik ke arah Iris yang masih duduk merunduk dengan berulang kali menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga. Berbeda dengan Clara yang masih menghela napas gusar dengan mengalihkan pandangannya saat Syahid tidak sengaja menatapnya. "Apa saya keluar saja?" Suara serak Keenan membuat mereka bertiga kompak menoleh ke arah pemuda itu yang langsung mengatupkan bibirnya rapat. "Ck," decak Syahid merasa jengah juga karena tidak ada yang berniat berbicara. "Kalau gak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN