Caramel di opname selama dua hari. Ternyata tidak hanya berdampak pada intensitas Caramel ke toilet, tapi juga berdampak pada lambung Caramel. Kini Caramel sudah diperbolehkan pulang dan Rey senantiasa menemaninya. Setelah pengakuan singkat dan malu-malu mereka, intensitas percakapan mereka semakin meningkat. Sekarang, mereka sudah tidak punya keraguan masing-masing karena 2 hari Caramel mendekam di rumah sakit digunakan oleh Rey untuk mendekatkan diri dengan perempuan itu. "Nanti mampir ke supermarket atau enggak?" Tanya Rey pada Caramel yang sibuk memainkan ponselnya, lebih tepatnya memainkan ponsel Rey. Caramel mengangguk. "Iya, aku mau beli es krim, boleh?" Tanya Caramel memelas. Rey menghela nafas berat. "Amel, kamu baru saja sembuh dan hari ini kamu di perbolehkan pulang. Jang

