Dengan muka lesu dan sangat kentara sekali ke-apesan yang dirasakan Rey, dia keluar dari dalam supermarket itu dengan mulut yang maju beberapa senti dan kepala yang menunduk malu. Sebelumnya, ia beberapa kali menengok ke kanan-kiri dan menyembunyikan kantong kresek yang ia pegang. Meski sudah terbungkus dengan plastik yang tebal, ia juga sebelumnya membeli totebag supaya barang yang ia beli tidak kelihatan. Namun, itu ternyata belum menyurutkan rasa malu yang ia rasakan sekarang. Dengan ogahan menghampiri mobilnya dan membuka pintu dimana Caramel berada. “Ini pembalutnya, aku gak tau kalo itu wings atau gak. Aku juga gak tau ukurannya berapa. Aku asal ngambil aja tadi, biar gak ketauan orang banyak” Ujar Rey dengan cepat dan menaruhnya di atas paha Caramel. Setelah itu, ia langsung menut

