Di dalam hutan yang gelap dan sunyi, Ia terbangun di tengah reruntuhan bangunan yang dikelilingi oleh bayang bayang yang menyeramkan. Rasa kebingungan menyelimuti dirinya, seolah-olah ingatannya telah terkoyak oleh waktu. Dengan setiap langkah yang diambil, dedaunan kering remuk di bawah kakinya, menyusur jejak-jejak keberadaan yang tak dikenal.
Angin malam membisikkan rahasia di antara pepohonan, menyebarkan aroma tanah basah dan aroma kegelapan yang menusuk. Ia mencoba memahami bagaimana dan mengapa ia berada di tempat yang tak dikenal ini. Pandangannya melintasi bangunan yang runtuh dan pepohonan yang menjulang tinggi, menyiratkan kehancuran yang melanda.
Di tengah keheningan, suara langkah kaki lembut terdengar di kejauhan. Bayangan-bayangan hitam bergerak di bawah sinar rembulan yang samar-samar. dengan naluri bertahan hidupnya yang tajam, ia berusaha menyembunyikan diri di balik reruntuhan, memperhatikan kehadiran misterius yang mendekat.
Dari kejauhan, suara langkah kaki itu semakin mendekat. Ia bersembunyi di balik batu besar. Ia mencoba menguping pembicaraan sosok misterius tersebut.
"Kita harus tetap waspada. Apa yang terjadi kemarin malam pasti meninggalkan jejak di sini."
bisik suara serak dari salah satu bayangan.
Ia menahan napasnya, mendengarkan dengan cermat.
"Keluarlah, tidak ada gunanya kau bersembunyi seperti itu."
sahut bayangan lain.
"Apa maksudmu? apa ada orang lain selain kita?."
Dengan berani, Ia melangkah keluar dari persembunyian, menatap ke arah asal suara. Di antara pepohonan, dia melihat siluet-siluet yang berbicara.
"Maafkan aku, tapi aku juga tidak tau kenapa aku bisa disini,"
ujarnya, suaranya penuh dengan ketidakpastian.
Mereka menggunakan jubah hitam dan topeng, merahasiakan identitas mereka.
"Siapa dia?"
tanya salah satu dari mereka, dengan sorot mata tajam.
"Entahlah"
ujar yang lain, suaranya penuh dengan nada mendalam.
"Kita tidak tau kenapa kau bisa berada disini, namun kita kedatangan tamu tak di undang"
"Kita harus membereskan ini, tidak ada yang boleh tau apa yang sebenarnya terjadi disini"
ucap salah satu dari mereka.
"Hey nak, siapa namamu?"
"Aku.. aku Lucy"
Ia mengatakannya dengan nada rendah.
"Lucy ya.. tapi maaf nak, tapi ini hari terakhir mu!"
salah satu dari bayangan tersebut menerjang ke arah Lucy, namun dengan santainya Lucy bisa menghindari serangan tersebut, seolah-olah itu hal yang mudah baginya.
"Lumayan, Tapi apa kau pikir menghindar saja cukup?"
Ucap salah satu bayangan, ia tersenyum kecil?
"Apa maksudmu?"
Tanya Lucy dengan raut wajah kebingungan. Namun, sebuah pedang menembus dadanya. Lucy tersungkur jatuh ke tanah, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi padanya.
4 sosok misterius tersebut berdiri mengitari Lucy.
"Apa dia sudah mati?"
tanya salah satu bayangan
"Serangan seperti itu seharusnya sudah cukup untuk membunuh manusia sepertinya."
"Dia hanyalah manusia biasa, kita tidak tau kenapa dia bisa berada disini, namun bukankah itu cukup aneh?"
Salah satu dari mereka menginjak kepala Lucy.
"Kupikir juga begitu. tidak seharusnya manusia bisa berada disini"
Pancaran aura kegelapan muncul dari tubuh Lucy. tubuh Lucy yang luka akibat serangan dari sosok bayangan tersebut kini sudah hilang.
Para bayangan tersebut sedikit kebingungan apa yang terjadi. mereka menusuk tubuh Lucy menggunakan pedang, berharap Lucy akan benar-benar mati kali ini.
Lucy sedari tadi hanya berdiam diri di belakang mereka, Lucy kehilangan kendali atas dirinya. tubuh Lucy sekarang dikendalikan oleh kekuatan gelapnya.
Srakk..
2 dari 4 kepala mereka terpenggal oleh Lucy. salah satu dari mereka menoleh ke arah Lucy. Keringat mengucur dari balik topeng nya, dan dia mengatakan sesuatu kepada Lucy dengan nada lirih.
"Tunggu, kenapa kamu bisa berada disitu? bukankah seharusnya kamu.."
ia menoleh ke tanah. itu bukanlah tubuh Lucy, melainkan tubuh teman Mereka. tubuh salah satu bayangan yang terbaring tersebut sudah tidak berbentuk karena telah terpotong potong oleh ulah mereka sendiri. mereka semua telah terkena ilusi Lucy.
Bayangan yang selamat tersebut mencoba kabur dari Lucy, namun Lucy hanya diam. Lucy tidak tidak bergerak ataupun mengatakan sesuatu.
"Hah.. hah.."
Bayangan tersebut berfikir telah lolos dari Lucy, dia berhenti sejenak untuk beristirahat. Namun sebelum dia bisa duduk untuk beristirahat, kepalanya sudah tergeletak jatuh di tanah.
tubuhnya jatuh tergeletak di tanah, darah berceceran dimana-mana. Lucy berdiri di samping tubuh bayangan tersebut. Tubuh Lucy masih di kendalikan oleh kekuatan kegelapan nya.
Lucy mengangkat tangan nya, ia mengeluarkan memanggil sebuah hewan mitos yang memakan tubuh para bayangan tersebut. Setelah hal itu, Lucy mendapatkan kembali kesadaran nya, Ia berfikir sejenak apa yang sebenarnya terjadi, lalu ia jatuh dan pingsan.