"Mama nggak pernah kegitu lo, Dis. Nahan-nahan buat nginep," ujar Derby ketika mengantar Dista pulang sore itu. Sepertinya dia juga sangat berharap Dista menginap di rumahnya lagi. Tapi apa boleh buat, Dista juga punya kewajiban lain. "Hm ... emang sebelumnya udah ada cewek lain yang nginep di rumah kamu?," tanya Dista menyelidik. Derby menghela napas panjaaaang sekali. Dia tidak menyangka pertanyaan yang terlontar dari mulut Dista. Ada sedikit gusar dari raut wajahnya. Dan Dista tetap bersikap tenang. "Nanti kalau kita sudah menikah, baru aku cerita-cerita, ya," ujar Derby. Dista sedikit melirik sinis ke arah Derby. Lalu diam tidak bergeming. Tentu saja sikap diam Dista ini justru menambah gelisah Derby. Sampai-sampai dia antar Dista sampai masuk gerbang apartemen. Padahal biasanya hany

