Di kamar Derby... "Hm, Deb. Lu kenal kita-kita kan." Jeffrey memulai. Dista yang melihat Derby yang seperti terhakimi cepat meraih tangan Derby dan memandangnya penuh kasih. Derby jadi tenang karenanya. "Jadi gue, Arga, juga Gilang ... mau ngucapin selamat, lu sudah jadi Daddy. Juga ... mau ingetin, kalo lu macam-macam dengan Dista, Lu bayangin aja wajah-wajah kita-kita di sini. Mumpung kita-kita sedang komplit di sini." Derby lalu memandang Arga, Gilang, dan Jeffrey secara bergantian. Ditatapnya mereka tajam lalu matanya terpejam seakan merekam wajah-wajah itu di dalam benaknya. Dia tetap tenang, walaupun terlihat di raut wajahnya sedikit agak gentar. Dia menyadari, bahwa di dalam kamar itu dialah satu-satunya laki-laki yang suka mengumbar cinta kepada perempuan-perempuan dalam jumla

