Bab 190. Sedih Restu

1105 Kata

"Udah, jangan nangis...." Derby menyeka air mata yang jatuh di pipi Dista. "Kamu nggak berusaha menjelaskan ke Mama tentang peristiwa itu," Dista masih menangis sesenggukkan membayangkan Derby dan teman-teman perempuan kecilnya yang mengalami nasib yang sangat malang. Derby tersenyum mendengar komentar Dista. "Orang panik tidak bisa diajak ngobrol baik-baik ... orang panik tidak bisa mendengar dengan baik." "Derby...." Dista tidak sanggup menahan air mata yang tumpah ruah. Terbayang olehnya anak-anak perempuan kecil yang selalu mendapat siksaan dari orang-orang terdekat. Wajah tanpa dosa, wajah lugu yang tidak tahu apa-apa, wajah-wajah pasrah. Dan Derby ingin sekali melindungi mereka. "Deb," desah Dista lagi. Derby pun jadi ikutan sedih. Diusapnya punggung Dista perlahan. "Mungkin a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN