Bab 205. Semua Sayang Dista

1061 Kata

Akhirnya waktu untuk merasakan hidup bersama di kota indah Melbourne telah tiba... Derby menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dista yang selalu terlihat senyum ketika berada di dalam pesawat. Maklumlah, semua serba pertama. Dista yang pertama kali ke bandara, pertama kali naik pesawat, pertama kali menuju Melbourne. Mata Dista tentu saja berbinar-binar karena perasaan senang. Dan Derby yang membantu Dista memakaikan sabuk pengaman. Karena Dista kesulitan memakainya. Ah Dista selalu mengalami masalah dengan sabuk pengaman. Ingat dulu ketika dia naik mobil Arga, juga mengalami hal yang sama. Dan ini belum dia ceritakan ke Derby. Khawatir perasaan Derby pasti kacau balau dan Dista tidak harus menjelaskan bahwa dia deg-degan saat itu. "Dipegang terus Dista ya, Derby ... ntar ilang," ca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN